Apa bedanya Head Unit Single Din dan Double Din?

Ngomong-ngomong soal head unit, anda sudah tahu belum kalau ada dua macam head unit? Ada single DIN (1 DIN) dan ada Double DIN (2 DIN).

Apa bedanya? Sebelumnya, DIN sendiri adalah kependekan dari Deutsches Institut fur Normung. DIN ini adalah standar ukuran yang dipakai untuk membuat head unit yang berlaku secara internasional. Sehingga head unit bisa dipasang untuk mobil apapun.

Dari segi ukuran, single DIN dan double DIN berbeda. Single DIN memiliki ukuran 18×50 milimeter, sedangkan double DIN berukuran 180×100 milimeter. Pada dasarnya keduanya memiliki fungsi yang sama, seperti sistem audio dan juga entertainment.

Head Unit Single Din

Tapi, dari segi penampilan, head unit double DIN lebih menarik. Sebab, biasanya double DIN sudah menggunakan teknologi layar sentuh. Apalagi pada mobil-mobil kekinian, head unitnya lebih sering menggunakan jenis double DIN.

Tak hanya itu, 2 DIN juga bisa memainkan banyak multimedia. Jika mobil memiliki kamera mundur atau kamera di semua sisinya, hasil tangkapan kamera itu bisa tampil pada layar 2 DIN. Head unit double DIN ini juga biasanya sudah didukung sistem mirroring dengan smartphone.
Sedangkan head unit single DIN, hanya biasa memutar disc atau DVD. Modelnya pun lebih mirip seperti tape zaman dulu, sebab tak memiliki layar. Fiturnya juga tergolong minim, tak sebanyak double DIN.

Head unit Double Din

Jika masih ada mobil yang menggunakan single DIN, bukan berarti pemilik tak bisa menggantinya dengan double DIN. Biasa pabrikan akan menyesuaikan dasbor mobil agar pemilik bisa mengganti head unitnya, dengan memberi ruang lebih besar. Tapi jika tak bisa disesuaikan, pemilik mobil yang ingin mengganti head unitnya harus rela dasbornya dimodifikasi.

Soal harga, jelas keduanya berbeda. Karena memiliki kelebihan ketimbang single DIN, harga head unit double DIN jelas lebih mahal. Mendapatkan head unit ini pun cukup mudah, bisa datang ke toko aftermarket atau membelinya secara online.

Source: Beda Head Unit Single Din dan Double Din, Sudah Tahu Belum?

Baca juga: Oli Sintetik vs Oli Mineral

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *